Website HKBP Distrik XXVIII DEBOSKAB

Perayaan Natal BKSG Bogor Berjalan Sukses

Perayaan Natal BKSG Bogor 25 Januari 2019

Perayaan Natal BKSG Bogor 25 Januari 2019

Badan Kerjasama Gereja-Gereja (BKSG) Kabupaten  Bogor sukses mengadakan Perayaan Natal bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri), Aparatur Sipil Negara (ASN), Umat Kristen dan Umat Katolik se-Kabupaten Bogor (Jumat, 25/01/19) di Gereja Katolik Keluarga Kudus Cibinong Jawa Barat. Perayaan ini mengambil thema We are one in Christ (Kita Satu di dalam Kristus, 1 Korintus 12:12). Pdt. Drs. Berlin Tamba, M.Div dalam khotbahnya yang diambil dari 1 Korintus 12 : 12 mengatakan Kita patut bersyukur apabila malam ini kita dapat berkumpul bersama merayakan kelahiran Tuhankita Yesus Kristus, bersukacita dengan berinkarnasinya Tuhan Allah di tengah- tengah dunia ini dalam rupa manusia yang berraga atau bertubuh. Kebersamaan kita pada malam ini mengingatkan kita bahwa gereja-gereja di Kabupaten Bogor adalah satu, seperti sebuah tubuh adalah satu kendati ia terdiri dari banyak anggota tubuh. Betapa indahnya membayangkan bahwa gereja-gereja di manapun mereka berada membentuk satu kesatuan yang oleh Rasul Paulus disebut sebagai tubuh Kristus. Hingga kini, kita masih tetap kagum dengan tubuh selaku sebuah organisme dengan aneka ragam anggota tubuh dan aneka ragam fungsi yang membuat manusia itu hidup.  Bayangkanlah keindahan sebuah mata. Bening. Bersinar. Mampu menscan dengan cepat benda-benda apa saja yang ada di sekitarnya. Karena kemampuannya kita dapat mengagumi keindahan alam, kecantikan seorang perempuan, kegagahan seorang pria dan melihat sebuah sinar hingga berkilometer-kilometer.

Betapa indahnya sebuah jantung, dengan warna merah yang mendominasi dibalut dengan warna putih kekuningan otot yang melekat padanya dan warna kebiruan pembuluh darah di dalamnya.la mampu memompa berliter-liter darah setiap harinya ke sekujur tubuh tanpa pernah berhenti selama manusia itu hidup. Itu baru 2 (dua) contoh organ tubuh manusia dari sekian banyak organ yang dimilikinya. Namun mata bukan jantung, dan jantung bukan paru-paru. Tapi kehidupan hanya akan terjadi apabila masing-masing organ menjalankan fungsinya sendiri-sendiri dengan baik sehingga menghasilkan sebuah kehidupan yang berkualitas. Berbeda identitas tetapi saling mendukung lewat peran masing- masing Saya sedang merasakan keprihatinan mengingat seorang sahabat saya yang mengalami gagal ginjal parah sejak 6 bulan yang lalu sehingga ia harus menjalani hemodialisis (cuci darah) sebanyak tiga kali setiap minggu. Kehidupan seperti apa itu apabila sebuah organ vital manusia tak berfungsi dengan semestinya sehingga mengganggu kinerja dari organ tubuh lainnya dan akhirnya mengganggu kehidupan manusia itu seutuhnya.  Pada malam perayaan Natal ini kita diingatkan tentang Firman (Logos) yang telah menjadi daging, yang menggambarkan keberadaan kita semua selakutubuh Kristus, kebersamaan kita yang membentuk gereja selaku sebuah organisme di daerah ini. HKBP memang bukan Gereja Kristen Pasundan dan GKI bukan pula GPDI.Berbeda sekali, berbeda jauh. Tapi pada malam persekutuan kita ini semua kita diingatkan bahwa tubuh Kristus itu tidak akan optimal keberadaannya, tubuh Kristus itu tidak akan lantang kesaksiannya apabila ada satu gereja di antara kita yang tidak menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya, apabila ada satu gereja yang sakit sehingga mengganggu kinerjatubuh Kristus itu secara keseluruhan.

Rasul Paulus mengajar kita lewat 1 Korintus 12: 12 ini bahwa kita semua adalah anggota dari tubuh Kristus dan setiap anggota tubuh itu harus penting bagi yang lain, saling bergantung dan saling terhubung di antara mereka semua. Yang Pertama,  Penting bagi yang lain. Jemaat Korintus memang sarat dengan perpecahan manakala ada orang atau golongan yang merasa diri atau golongannya yang paling utama dibandingkan dengan orang atau golongan yang lain. Rasul Paulus mengatakan, “Bolehkah kaki mengatakan bahwa aku bukan tangan dan karena itu tak merasa perlu berhubungan dengannya”? Bolehkah telinga tak merasakan mata sebagai organ yang penting dan karena itu boleh hidup tanpa dia? Kita harus mampu memandang yang lain penting. Bersama Saudara-saudara dari GPIB kami dari HKBP baru merasakan kesempurnaan dari tubuh Kristus itu. Tuhan tidak akan dipermuliakan di negara ini apabila kita tak memandang penting yang satu dengan yang lain. Memandang diri sendiri lebih penting dari yang lain hanya akan membuat kita hidup terpisah-pisah atau terkotak- kotak. Kerendahan hati akan membuat gereja, tubuh Kristus, lebih besar ketika kita mampu melihat yang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri. Yang Kedua,  Anggota tubuh yang saling bergantung. Gerakan oikumene memang tak pernah berencana untuk melebur semua gereja menjadi satu, tak pernah berencana untuk membubarkan semua denominasi dan membangun satu gereja saja. Setiap gereja terlalu unik untuk dihapus, terlalu istimewa untuk ditiadakan. Maka saatnya kita merasakan perlunya saling ketergantungan itu. Seperti sebuah organ tubuh yang tak berarti banyak apabila hanya dia yang sehat dan kuat sementara organ tubuh yang lain rusak dan tak berfungsi optimal. Tinggal menunggu waktu saja ketika kelemahan organ yang satu akan berakibat pelemahan kepada organ tubuh yang lain. Saatnya kita merasakan interdependensi di antara gereja- gereja yang ada di Kabupaten Bogor ini demi terwujudnya pelayanan dan kesaksian kita yang lebih luas di bumi Nusantara ini. Yang Ketiga,  Saling terhubung. Apakah yang telah kita lakukan selama ini dalam kesaksian kita bersama selaku tubuh Kristus di Kabupaten Bogor ini? Kita kagum dan bersukacita dengan pembangunan jalan tol sebagai sarana penghubung daerah-daerah dan provinsi-provinsi yang ada di pulau Jawa ini. Indonesia semakin besar dan jaya manakala daerah-daerah yang ada di dalamnya saling terhubung.Keterhubungan itu semakin menunjukkan bahwa Indonesia adalah satu di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gereja tak boleh melihat dirinya sebuah bangunan saja. Gereja pun tak boleh menempatkan dirinya sebagai sebuah denominasi saja. Kita, bersama, harus melihat gereja sebagai tubuh Kristus, tubuh yang memiliki banyak anggota tetapi dipersatukan dengan Kristus adalah Kepala.

Untuk itulah Kristus telah lahir,  supaya semua yang percaya kepada- Nya melakukan persekutuan, kesaksian dan pelayanannya di dunia dalam kesatuan dan kebersamaan di dalam Kristus.Brothers and sisters we are one in Christ. Saudara-saudari kita satu di dalam Kristus, demikian ucap Pdt.Drs.Berlin Tamba, M.Div yang juga sebagai Praeses HKBP Distrik XXVII Deboskab mengakhiri khotbahnya itu dihadapan jemaat yang dihadiri sekitar  +/- 5000-an orang itu.

Ketua Panitia Bpk.Rekson dalam kata sambutannya mengucapkan syukur pada Tuhan dan  terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara ini dengan baik. Kiranya perayaan natal ini membawa shalom bagi seluruh umat. Kedatangan TuhanYesus telah merobohkan tembok pemisah dan membangun persekutuan baru antara manusia dengan Allah, yang kokoh dan tangguh, yang bersumber dan berakar di dalam diri. Merayakan natal bukanlah sekedar kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus  benar-benar murni pengakuan iman atas kelahiran Yesus Kristus Sang Putera Natal yang menciptakan damai sejahtera, keharmonisan, membina kerukunan dan saling mengasihi, ucapnya. Sedangkan Ketua Umum BSKG, Bpk. Pdt.Ramidin Sinaga, STh dalam sambutannya mengucapkan syukur pada Tuhan dan terimakasih atas kehadiran semua umat. Kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarkan kepada panitia, TNI, Polri, ASN, umat Kristen dan umat Katolik se-Kabupaten Bogor serta khususnya kepada Gereja Katolik Keluarga Kudus sebagai tuan rumah. Natal ini menjadi momentum bagi umat untuk bersatu menjungjung tinggi salib Kristus, untuk menjaga keamanan dan kedamaian dengan saudara-saudara kita umat lainnya. Kita berdoa untuk kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia khususnya Kabupaten Bogor agar semua umat dan semua pihak dapat mensukseskan Pemilu serentak yang akan diselenggarakan pada Rabu 17 April 2019 mendatang.  Pastor. Romo Yatno mengatakan dalam sambutannya meskipun Bapak Presiden tidak dapat datang dan hadir, namun ada yang lebih besar yang membuat kita tetap sukacita natal kita yakni Tuhan Yesus Kristus dalam persekutuan kita. Kita tetap mendoakan bapak Presiden kita agar tetap dengan baik melaksanakan tugasnya. Yang utama kita satu di dalam Kristus dalam merayakan natal ini.

Pemerintah Kabupaten Bogor mewakili Bupati disampaikan oleh Kesbangpol, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan selamat natal. Dan perlu kami sampaikan Bapak Bupati Bogor tidak dapat hadir dan juga Bapak  Presiden Joko Widodo tidak dapat datang sesuai undangan  panitia karena ada sesuatu hal tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Meskipun demikian kiranya perayaan natal ini tetap bersukacita  tanpa mengurangi semangat kita. Biarlah perayaan natal ini membangun damai, turut memberi kontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. Tetap membangun hubungan baik dalam bingkai NKRI.

Dalam Penyalaan Lilin Natal dalam ibadah dilakukan oleh yang  mewakili Penasehat BKSG, Bpk. Pdt Saladin Simanjuntak, S.Th., Ketua BKSG, Ketua Panitia, mewakili Gereja Kristen, Ibu Pdt. Damaris Palinggi, mewakili Gereja Katolik, Romo Yatno, mewakili Kopassus TNI, Kapten. CHB. M. Siringoringo, mewakili ASN, Ibu Minda Sirait. Turut mengisi acara dalam ibadah tersebut Koor Gabungan Umat Advent, Koor Gabungan Katolik, Koor Gabungan Jemaat HKBP, Koor Gabungan Kopassus, Koor Gabungan Polres Bogor, Tim Pujian GBI. Tim Pujian GPdI. Turut  hadir dalam acara tersebut Pdt. Anwar Nababan, M.Th., Pdt. DR. Ir. Dauglas Manurung, MBA., M.Si, Pdt. M Asri, S.Th., M.Min,  Pdt. RT Nainggolan, M.Min, Pdt. Sutadi Rusli, Pdt. S Herlen Benjamin, M.Si, St. Robert Gultom, Pdt. Ligat Simbolon, S.Th.,  pengurus BKSG dan panitia lainnya. Suasana natal penuh sukacita dan damai  dan kembali pulang dengan membawa makanan dan minuman   disertai dengan foto selfi usai acara tersebut.

(ditulis  Pdt. Ligat Simbolon, STh. 01/pdtls)

About Distrik Deboskab

Website resmi HKBP Distrik XXVIII DEBOSKAB (Depok - Bogor - Sukabumi - Kalimantan Barat)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.